Wide Area Network (WAN)
WAN dibedakan berdasarkan teknologi, kecepatan dan biaya yang dibutuhkan. Perbedaan utama LAN dan WAN adalah ketersediaan jarignan yang terhubung ke internet dari perusahaan penyedia jaringan yang ada. Perangkat yang digunakan pelanggan yang menggunakan WAN disebut CPE (Customer Premises Equipment), pelanggan dapat memilikinya atau menyewa dari service provider. Media penghubung jaringan LAN maupun WAN ini sering disevut Local Loop. Salah satu contoh dari Local Loop ini adalah DCE (Data Circuit Terminating Equipment) berfungsi sebagai perangkat yang meletakan data ke Local Loop sedangkan DTE (Data Terminating Equipment) berfungsi untuk melewatkan data ke DCE. DTE dan DCE ini merupakan koneksi dari kabel serial.
Ada berbagai teknologi dan kecepatan WAN yang tersedia mulai dari kecepatan 56 Kbps yang meggunakan Sinyal Standar DS0 dengan Tipe Line 56 sampai dengan 2488,32 Mbps yang menggunakan Sinyal Standar SONET dan Tipe Line OC-48.
PERANGKAT WAN
WAN menghubungkan beberapa LAN melaui jalur komunikasi dari Service Provider. Karena jalut komunikasi tak dapat langsung terhubung ke LAN maka dibutuhkan beberapa perangkat tambahan. Antara lain :
1. Router : Router adalah perangkat jaringan yang aktif dan intelegent dan dapat berpartisipasi dalam manajemen jaringan. Router mengatur jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui sumber daya dan mendukung tugas dan tujuan dari jaringan.
2. CSU/DSU : Jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengan format sesuai alat ini membantu menyesuaikan sinyal pada jalur digital. Kedua alat ini sering digabung menjadi sevuah perangkat yang disebut CSU/DSU (Channel Service Unit/Data Service Unit).
3. Modem : Modem adalah sebuah perangkat yang dibutuhkan untuk mempersiapkan data untuk transmisi melalui Local Loop. Modem mengirim data melalui jalur telepon dengan memodulasi dan demodulasi sinyal.
4. Communication Server : Communication Server mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dial-in dan remote akses ke LAN.
DASAR-DASAR ROUTING
A. Routing Langsung dan Tidak Langsung
Routing Langsung adalah Jika 1 Host ingin berkomunikasi dengan Host lainya hanya melewati 1 PC ataupun Router untuk melakukan Komunikasi. Sedangkan Routing Tidak Langsung Jika 1 Host yang akan berkomunikasi dengan Host lain harus melalui beberapa PC ataupun Router untuk melakukan Komunikasi.
B. Konfigurasi Routing
Konfigurasi Routing dapat dibagi menjadi 3 Macam :
1. Minimal Routing : biasa dipasang pada network yang terisolasi dari network lain atau dengan kata lain hanya pemakaian lokal saja.
2. Static Routing : biasa dipasang pada network yang hanya mempunyai beberapa gateway, umumnya tidak lebih dari 2 atau 3. Static Routing dibuat secara manual pada masing-masing gateway. Jenis ini masih memungkinkan untuk jaringan kecil dan stabil (Jarang Down).
3. Dynamic Router : Digunakn dalam Network dimana terdapat jalur routing lebih dari satu rute untuk mencapai tujuan yang sama dan network yang memiliki lebih dari 3 buah gateway.
C. Routing Protocol
Merupakn aturan yang mempertukarkan infirmasi routing yang nantinya akan membentuk tabel routing, sedangkan routing adalah aksi pengiriman-pengiriman paket data berdasarkan tabel routing tadi.
Routing protocol dapar dibagi menjai Interior Routing Protocol dan Exterior Routing Protocol.
1. Interior Protocol : Digunakan dalam sebuah network yang dinamankan autonomus system (AS). AS dapat diartikan sebagai sebuah network (bisa besar ataupun kecil) yang berada dalam satu kendali teknik. AS dapat terdiri dari beberapa sub network yang masing-masing mempunyai gateway untuk saling berhubungan.
• RIP (Routing Informatian Protocol)
RIP memakai metode distance-vector alogaritma. Cara kerja alogaritma ini dengan menambahkan satu angka metric kepada routing apabila melewati satu gateway. Dengan kata lain jika melawati 1 gateway maka angka metriknya bertambah satu atau naik 1 hop dan maksimal hanya bisa mencapai 15 hop.
• OSPF (Open Shortest Path First)
Merupakan protocol routing yang kompleks dan memakan resource computer. Degan protocol ini, route dapat dibagi menjadi beberapa jalan. Maksudnya untuk mencapai host tujuan dimungkinkan untuk mencapainya melalui dua atau lebuh rute secara parallel.
2. Exterior Protocol : AS merupakan sebuah network dengan system policy yang pegang dalam satu pusat kendali. Internet terdiri dari ribuan AS yang saling terhubung. Untuk bisa saling berhubungan antara AS, maka tiap-tiap AS menggunakan exterior protocol untuk pertukaran informasi routingnya. Informasi routing yang diperukarkan bernama reachability information atau informasi keterjangkauan. Protocol yang mengimplementasikan exterior :
• EGP (Exterior Gateway Protocol)
Protocol ini mengumumkan ke AS lainya tentang network yang berada I bawahnya. Router utama menerima routing dari router-router AS yang lain tanpa mengevaluasinya. Maksudnya, rute untuk ke sebuah AS bisa lebih dari satu rute dan EHP menerima semuanya tanpa mempertimbangkan rute terbaik untuk dipilih. Seperti EGP, BGP juga mempertukarkan reachability information.
D. ARP
ARP (Address Resolution Protocol) digunakan untuk mapping IP address ke alamat Ethernet. Setelah ARP bekerjam jika sebuah host pada jaringan dimatikan, maka selang beberapa saat kemudian entri ARP untuk host tersebut dihapus karena kadaluarsa. Jika card ethernetnya digantil, maka beberapa saat kemudian entri ARP host berubah dengan informasi alamat Ethernet yang baru.
Jaringan WAN
Wide area network adalah suatu jaringan yang digunakan untuk membuat interkoneksi antar jaringan local yang secara fisik tidak berdekatan satu sama lain, yang secara fisik bisa dipisahkan dengan kota, propinsi, atau bahkan melintasi batas geography – lintas negara dan benua. Ada beberapa Teknologi Jaringan WAN saat ini yang bisa kita gunakan. Berbeda dengan jaringan LAN, ada perbedaan utama antara keduanya dimana terletak pada jarak yang memisahkan jaringan-2 yang terhubung tersebut. WAN menggunakan media transmisi yang berbeda, maupun hardware dan protocol yang berbeda pula dengan LAN. Data transfer rate dalam komunikasi WAN umumnya jauh lebih rendah dibanding LAN.
Jaringan WAN
Komunikasi Jaringan WAN
Teknologi Jaringan WAN bergantung pada fihak ketiga dalam hal ini perusahaan penyedia layanan Telecommunication yang menyediakan layanan hubungan jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan LAN dimana koneksi antar device (komputer) ditransmisikan dari satu piranti digital / komputer kepada piranti digital lainnya melalui koleksi fisik secara langsung, teknologi jaringan WAN menggunakan kombinasi sinyal analog dan sinyal digital dalam melakukan transmisi data.
Pada diagram jaringan WAN berikut ini menjelaskan masing-2 komponen dan fungsi dalam konsep teknologi Jaringan WAN.
Diagram koneksi WAN
1. DTE (Data terminal equipment) adalah suatu piranti disisi link jaringan WAN yang berada pada sisi pelanggan (biasanya gedung / rumah pelanggan) yang mengirim dan menerima data.
2. Demarc atau titik demarkasi adalah titik yang merupakan interface jaringan dimana kabel perusahaan telpon terhubung dengan rumah pelanggan.
3. Local Loops adalah perpanjangan kabel line telpon dari Demarc menuju kantor pusat Telco yang mana pemeliharaannya difihak Telco, bukan tanggung jawab pelanggan. Kabel ini bisa berupa kabel UTP, fiber optic atau gabungan keduanya dan juga media lainnya.
4. DCE (data circuit terminating equipment) adalah suatu piranti (biasanya berupa router disisi ISP) yang berkomunikasi dengan DTE dan juga WAN Cloud. DCE ini merupakan piranti yang memasok clocking (denyut sinyal sinkronisasi) kepada piranti DTE. Sebuah modem atau CSU/DSU disisi pelanggan bisa diklasifikasikan sebagai DCE. DTE dan DCE bisa saja beupa piranti yang serupa / router akan tetapi mempunyai peran dan fungsi yang berbeda.
5. WAN cloud, merupakan hirarchi Trunk, Switches, dan CO (central office) yang membentuk jaringan telephone lines. Struktur fisik bisa bervariasi, dan jaringan-2 yang berbeda dengan titik koneksi bersama bisa saja saling overlap, makanya direpresentasikan dalam bentuk WAN cloud. Sisi pentingnya adalah bahwa data masuk melalui jaringan telpon, menjelajah sepanjang line telpon, dan tiba pada tepat pada alamat tujuannya.
6. PSE (packet switching exchange) adalah suatu Switch pada jaringan carrier packet switched. PSE-2 ini merupakan titik-titik penghubung dengan WAN cloud.
Layanan Jaringan WAN
Ada banyak penerapan teknologi jaringan WAN pada layanan WAN oleh ISP atau jasa layanan koneksi WAN yaitu sebagai berikut:
• PSTN
PSTN adalah public switched telephone network, adalah merupakan teknologi tertua dan diapakai secara luas diseluruh dunia dalam komunikasi WAN. PSTN adalah teknologi Jaringan WAN dalam jaringan circuit-switched. Teknologi ini berbasis dial-up atau leased line (always-on) menggunakan line telephone dimana data dari digital (komputer) diubah menjadi data analog oleh modem, dan kemudian data tersebut menjelajah dengan kecepatan terbatas sampai 56 Kbps saja.
• Leased lines
Leased Lines adalah jenis dedicated dari teknologi jaringan WAN menggunakan suatu koneksi langsung yang bersifat permanen antara piranti yang berkomunikasi dan memberikan suatu koneksi konstan dengan kualitas layanan koneksi (QoS). Akan tetapi leased line adalah lebih mahal dibanding dengan sambungan sesuai kebutuhan (dial-on-demand) PSTN.
• X.25
X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T – adalah suatu teknologi jaringan WAN paket switching melalui jaringan PSTN. X.25 dibangun dengan merujuk pada layer Data Link dan Physical layer pada referensi model OSI. Awalnya X.25 menggunakan line analog untuk membentuk jaringan paket switched, walaupun X.25 bisa juga dibentuk menggunakan jaringan digital. Protocol X.25 mendefinisikan bagaimana koneksi antara DTE dan DCE di setup dan dipelihara dalam Public Data Network (PDN)
• Frame relay
Frame relay adalah salah satu teknologi jaringan WAN dalam paket switching – suatu komunikasi WAN melalui line digital berkualitas tinggi.
• ISDN
ISDN (Integrated services digital network) mendefinisikan standards pada penggunaan line telephone untuk kedua transmisi analog maupun digital.
• ATM
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah teknologi jaringan WAN dengan koneksi kecepatan tinggi dengan menggunakan paket switched system dari kecepatan 155 Mbps sampai 622 Mbps. Ia dapat mentransmisikan data secara simultan, voice yang digitize, dan sinyal digitize video melalui kedua jaringan LAN dan WAN.

0 komentar:
Posting Komentar